Saut Situmorang dan Ide Memetieskan Korupsi Lama

Saut Situmorang dan Ide Gila Memetieskan Korupsi Lama

Namanya Thony Saut Situmorang. Pemilik PT Indonesia Cipta Investama. Saat seleksi penjaringan calon komisioner KPK, PT Indonesia Cipta Investama ditengarai menjadi tempat pencucian uang. Saat fit and proper, Saut mengaku, perusahaan tersebut tak beroperasi, dan hanya berfungsi sebagai kedok intelijen alias perusahaan abal-abal.

Saut sendiri adalah mantan staf ahli BIN. Jika PT Indonesia Cipta Investama tak beroperasi sebagaimana layaknya perusahaan, lalu dari mana penghasilan Saut? Apakah sebagai BIN, dengan gajinya ia mampu membeli mobil seharga Rp.1,1 miliar? Lalu, apa pekerjaan Saut sesungguhnya? Di media, Saut mengaku, mobil itu pilihan bininya dan di DP ayahnya.

Kedok intelejen seperti apa yang dilakukan Saut dengan memanfaatkan PT Indonesia Cipta Investama? Semunya misteri. Tapi lagi-lagi, pertanyaan ini, menerobos ruang publik. Sosok Saut, kemudian menjadi etalase persepsi publik yang buruk dan merusak marwah KPK. Meski Saut belum diproses secara hukum terkait dugaan tindak pidana pencucian uang melalui PT Indonesia Cipta Investama.

Belum usai kontroversi Saut dan dugaan tindak pidana pencucian uang melalui PT Indonesia Cipta Investama, Saut kemudian mengeluarkan statemen, akan mempetieskan kasus-kasus korupsi lama. Sontak ucapakan statemen Saut itu menggahar persepsi publik, dan di lini masa orang bertanya, siapa sih Saut? Pemberantas korupsi namun juga pemaaf koruptor?

Kasus korupsi mana yang dimaksud Saut? BLBI? Bailout Century? Tak ada suatu tindakan kejahatan yang kadaluarsa. Saut gagal paham. Sangat berbahaya, jika seorang komisioner KPK mulai menganggap, bahwa suatu tindakan pidana korupsi bisa dipetieskan serta-merta. Ini momok dan preseden buruk bagi KPK ke depan. Misalkan yang dipetieskan itu kasus BLBI? Century? Nilai dari dua mega korupsi ini, hampir setengah dari APBN. Ini yang dipetieskan?

Apakah kita harus menafikan mega korupsi BLBI? Suatu kejahatan terbesar sepanjang usia republik, dengan meraibkan uang negara sebesar Rp.600 triliun. Hingga kini, beban bunga rekap oblikasi BLBI setiap tahunnya membebani APBN sebesar Rp.60-70 triliun. Demikianpun bailout Century, bank gagal akibat dirampok pemilik, lalu dibebankan pada negara sebesar Rp.6,7 triliun. Ini yang dipetieskan Thony Saut Situmorang komisioner KPK? Siapa sesungguhnya Saut, Komisioner KPK atau agen  mafia BLBI dan Century?

Korupsi tetaplah korupsi sebagai sebuah kejahatan luar biasa. Pernyataan Saut itu preseden buruk bagi KPK ke depan dalam memberantas korupsi. Apakah pantas, seorang komisioner KPK memberikan pernyataan memetieskan perkara korupsi? Tentu, pernyataan Saut itu bisa ditafsirkan memaafkan korupsi BLBI atau Bailout Centuri. Dua mega korupsi masa lalu ini, hingga 2016, penanganan di KPK mangkrak; terkaram. Lalu datang Saut Situmorang memetieskannya. Bajingan !

Selain itu, oleh salah satu media online, Saut juga dikabarkan, diam-diam bertemu Ahok (Baca ; Teropong Senayan 3/5/2016 : Saut Situmorang Dikabarkan Bertemu Ahok, Massa minta KPK dibubarkan). Bila kabar ini benar adanya, tentu hal ini menjadi momok dan presden buruk bagi KPK. Adalah suatu kejahatan, bila kasus Sumber Waras yang tengah dalam proses hukum dan melibatkan Ahok di KPK, lantas seorang komisioner KPK dikabarkan diam-diam bertemu Ahok.

Tak urung dengan sejumlah kontroversi Saut, kali ini, ia kembali berulah, memfitnah Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di salah satu stasiun tv swasta dengan menuduh HMI jahat dan korup. Oleh PB HMI, menganggap pernyataan Saut fitnah, generalisasi dan politik bumi hagus. Senada dengan dugaan Saut diam-diam bertemu Ahok, Saut ditengarai tengah melakukan suatu operasi jahat menstigmai institusi HMI.

Organisasi mahasiswa Islam yang belakangan ini keukeuh mengkritisi tindakan fasis Ahok terhadap rakyat kecil di Jakarta serta kasus korupsi yang ikut menyeret gubernur DKI Jakarta itu. Dengan memfitnah HMI, Saut diduga, tengah melakukan propaganda jahat membumihaguskan langkah gerakan HMI dalam mengkritisi KPK yang lamban dalam mengungkap otak utama dalam kasus Sumber Waras dan skandal suap reklamasi teluk Jakarta

KPK belakangan, tengah mengalami pukulan berat dari rakyat, atas leletnya lembaga anti rasuah ini menangani Sumber Waras dan Suap Podomoro. Terkait kelambanan KPK menangani Sumber Waras dan suap Podomoro, tak urung, publik mulai meragukan integritas KPK. Tak dipungkiri, selama ini, dalam mengambil sikap terhadap kasus korupsi tertentu, KPK sering mengacu pada opini publik. Dan kini, opini publik itu tengah bermuara pada distrust terhadap KPK. Sadar akan hal itu, Sebagai komisioner KPK dan mantan BIN, Saut diduga tengah melakukan operasi propaganda, meracuni memori publik dan mengalihkannya dari kasus Sumber Waras dan suap Podomoro.

Memfitnah HMI juga adalah bagian linkage dari cara Saut mengamputasi Ketua BPK sebagai salah satu mantan Ketua Umum PB HMI. Hal ini terkait dengan hasil audit investigasi BPK terhadap kasus Sumber Waras. Dalam hasil audit BPK, ditemukan adanya kerugian negara dalam pemberian RS Sumber Waras.

Temuan BPK itu, menjadi tamparan keras bagi Ahok dan konco-konco politiknya. Termasuk Saut Situmorang Komisioner KPK? Lantas, menggeneralisasi HMI jahat dan korup, apakah maksud Saut mengarah ke ketua BPK? Atau Wapres Jusuf Kalla? Sungguh busuk, bila hal demikian yang terjadi. Saut, mulutmu harimaumu. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *