Bulshit, Mau Kejar Rp.11 ribu triliun Di Swiss

By @Munir Sara

Saya baca di postingan Deny siregar, katanya pemerintahan Jokowi akan kejar uang besar yang mangkrak di bank-bank asing. Terutama uang para money launder hasil korupsi yang ditimbun di bank-bank Swiss. Konon disana uang-uang haram itu diternak dan beranak-pinak.

Sampai-sapai katanya sudah bikin Mutual Legal Assistance/MLA untuk menggertak para begundal itu. Perangkat hukum untuk repatriasi dana-dana itu juga katanya sudah ada. Baik melalui tax amnesty atau agreements dengan negara-negara tax haven seperti Swiss. Moso sih? Janji apa lagi ini?

Begini, kalau janji ini hanya untuk bikin gembira cebong se kolam, bisa jadi. Tapi tidak untuk mereka yang masih kritis dan berakal sehat. Tak usah muluk-muluk, yang dekat-dekat saja dulu, skandal BLBI dan beban utangnya yang bertahun-tahun menggencet APBN.

Tak usah jauh-jauh deh ! Kalau memang punya nyali, uber dulu tuh maling BLBI. Mega korupsi di rezim Megawati. Yang mana bersama partai besutannya, kini menjadi entitas politik yang mendukung Jokowi paling depan.

Dimana peran Mega? Ya pada penerbitan Instruksi Presiden Nomor 18 Tahun 2002, yang menjadi dasar penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL). Ada apa?

Kala itu, BI mengeluarkan dana hingga ratusan triliun kepada 48 bank untuk mengatasi krismon. Namun, dana pinjaman tidak dapat dikembalikan karena ada dugaan penyimpangan dana.

Sejumlah obligator kemudian diproses hukum oleh Kejaksaan Agung. Namun, pengusutan kasus diberhentikan karena adanya surat sakti SKL yang diterbitkan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) berdasarkan Inpres Megawati.

Loh, biar tahu saja, bahwa kerugian negara akibat BLBI itu bukan main. Kalau diakumulasi pokok dan bunga, itu sekitar Rp.600 triliun. Itu dari dana talangan pemerintah melalui BI dan melalui instrumen obligasi rekap (OR) terhadap aset bank bermasalah yang dilikuidasi.

Perjanjanjiannya kalau kondisi ekonomi pulih, bank-bank itu sudah sehat dan settle dari sisi CAR, maka duit negara itu dikembalikan. Mana buktinya?

Hingga kini, coupon bond/obligasi itu masih dinikmati oleh-bank tersebut. Sementara tiap tahun, bunga obligasi rekap BLBI dibebankan pada APBN hingga sekitar Rp.80 triliun.

Emang selama 5 tahun berkuasa, langkah apa yang dibikin Jokowi terkait BLBI? Instrumen apa yang sudah disiapkan, agar bunga rekap obligasi dari skandal BLBI itu tak lagi menjadi beban APBN.

Tak usah jauh-jauh ke Swiss uber uang haram yang katanya Rp.11 ribu triliun. Uber dulu itu para obligor maling. Tak usah janji deh. Mosok petahana bicara “akan terus? Lima tahun kemana saja?” Bulshit ! Ab ta hayat wab salaam An syaru wah lal kalam ZAENUDDIN NGACIRO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *