Political Networking Dalam Struktur Ekonomi Alor, Flotim dan Lembata (Part 1)

Munir (Penulis)

Dalam pembangunan daerah, PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto), merupakan faktor penting pembangunan daerah, karena berkaitan dengan profil investasi daerah. Baik investasi pemerintah maupun swasta.

Output dari investasi itu dilihat seberapa besar PMTB sebagai barang modal daerah pengungkit PDRB. Ini penting, karena barang modal dalam PMTB merefleksikan produktif tidaknya perekonomian daerah.

Semakin tinggi nominal PMTB, maka akan berkontribusi pada perekonomian daerah atau PDRB. Lapangan kerja tercipta dan mengurangi pengangguran dan menekan kemiskinan. Dari tiga kabupaten ini, kontribusi PMTB dalam PDRB ADHB menurut pengeluaran 2019, trend pertumbuhannya positif. Namun masih didominasi konsumsi pemerintah.

Ekspor barang dan jasa tiga kabupaten ini sama-sama negatif. Pengeluaran rumah tangga secara nominal, sebagai kontributor terbesar dari lima komponen PDRB ADHB menurut pengeluaran tiga kabupaten. Flotim tertinggi. Disusul Alor dan Lembata. Ini merefleksikan daya beli dan terjaganya inflasi daerah. Net ekspor barang dan jasa.

 

PDRB ADHB menurut pengeluaran Tahun 2019 Kabupaten Alor, Flotim dan Lembata. Diolah dari data BPS

Secara kabupaten, nominal PMTB kabupaten paling rendah adalah Lembata. Yakni Rp.530,9 miliar dari PDRB sebesar Rp.1,8 triliun. PMTB paling tinggi adalah Flores Timur dan Alor di posisi ke dua berdasarkan data BPS. (lihat infografis) PMTB yang rendah, merefleksikan adanya bottleneck. Biaya ekonomi dan investasinya mahal.

Hal dimaksud bisa merefleksikan tingginya Incremental Capital-Ouput Ratio (ICOR). Untuk menghasilkan satu unit output modal, membutuhkan tambahan modal investasi lebih besar. Sudah pasti adanya aspek-aspek ekonomi yang ikut berpengaruh. Misalnya soalan infrastruktur, aksesibikitas, kecepatan layanan, rantai panjang birokrasi dan indeks persepsi korupsi.

Sementara dari sisi perubahan Inventori (persediaan), kabupaten Alor tertinggi. Disusul Flotim dan terendah Lembata.  PMTB (Pembentukan Modal Tetap Bruto) dan persediaan (inventori) merupakan faktor penting dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.  PMTB dan perubahan inventori
terbentuk akibat dari adanya kegiatan investasi, dimana sebagian dari investasi dibelanjakan untuk membeli barang modal dan persediaan yang akan digunakan dalam kegiatan produksi atau proses produksi.

Tapi tak luput juga ada faktor non ekonomi semisal faktor politik (secara kualitatif). Atau sosial budaya. Landscape pembangunan secara makro, menempatkan aspek politik atau misalnya political networking (dalam tata kelola APBN/APBD), sebagai faktor antara. Namun skala pengaruhnya bisa signifikan.

Terutama advokasi anggaran (secara regulated), untuk membuka ruang fiskal daerah agar lebih fleksibel serta merileksasi sumbatan investasi, baik secara regulasinya ataupun non regulasi.

Pada sudut pandang faktor-faktor politik dimaksud, maka kita akan melihat seperti apa struktur PDRB daerah lain seperti Ende, tiga Managgarai dan Ngada. Bagaimana posisi political networking dalam Landscape pembangunan daerahnya? (Bersambung)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *