Agen Lonte

“Lonte adalah mata-mata paling baik di dunia,” Bung Karno juga pernah bilang begitu dalam buku yang ditulis Cindy Adams (Baca : Lawan Belanda Bung Karno Mengumpankan Pelacur). “Kalau menghendaki mata – mata yang jempolan, berilah aku seorang pelacur yang baik. Hasilnya mengagumkan sekali dalam pekerjaan ini (mata-mata ),” kata Sukarno.

Ruwet memang ruwet. Informasi serapat apapun bisa terkuak, hanya gegara godaan agen lonte. Ke depan, sumber-sumber informasi rahasia negara, jangan ditumpuk ke lelaki hidung belang yang rentan sange. Jika terpaksa ia mesti dikebiri. Rahasia bisa aman. Agen-agen lonte tak punya celah.

Agen-agen lonte bisa mend-disrupt fuguritas ketokohan. Ia bisa menjadi agen dalam perang asimetris bermodalkan popularitas, merusak citra orang tertentu di sosmed. Baik dengan verbal abuse, bullying, selain soft operation dengan honey service.

Bung Karno pernah merekrut 670 orang lonte untuk menjalankan operasi intelejen. “Dalam gerakan PNI-ku di Bandung terdapat 670 orang pelacur. Mereka adalah anggota paling setia dan patuh daripada anggota-anggota lain yang pernah kuketahui.”  Ini yang disampaikan Soekarno dalam buku Biografinya berjudul “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia,” yang ditulis Cindy Adams.

Di Film-film James Bond, pria 007 ini tak cuma acting ihwal dunia intelejen saja. Yang bikin kita ternga-nganga samapai ngences, adalah dunia intelejen Inggris yang tak luput dari perempuan-perempuan molek yang melonte.

Dari bermacam-macam asal para intelejen rangka lonte. Ada juragan minyak, wartawan, pegawai negeri, militer dan pesohor. Mereka direkrut secara underground dalam menjalankan operasi di berbagai bidang.

Tak luput, setiap aksi-aksi rahasia, ketubuhan perempuan, acapkali tampil sebagai upaya  soft intelegent dalam meng-ekstrak inoformasi dari sumber. Nyanda sangka, rerata, sumber informasi itu, adalah para “penjahat kelamin yang cabul.”

Itulah pasal penyebab, informasi rahasia, kerap terbongkar di atas dipan. Entah dipan hotel, rumah bordir, pun di tepi pantai atau di atas kapal plesir paling mentereng. Itu yang kita lihat di film-film. Pun kadang-kadang dalam novel.

Seks dan spionase, adalah kombinasi maut dalam memberangus musuh. Dalam dunia intelejen, dikenal dengan honey trap. Atau kasarnya jebakan lendir.

Masih ingat skandal Anna Chapman 2010? FBI menangkap puluhan lonte, diantaranya Chapman. Mereka adalah pion-pion KGB yang dipekerjakan mengekstrak informasi AS.

Siapa tak kenal kecantikan cewe-cewe Rusia seperti  Violetta Seina agen KGB dengan berjuntai sejuta pesona. Aksi ranjangnya mampu menguak informasi paling rahasia AS.

Atau si ratu intel Mata Hari atau alias Geertruida Grietje Zelle. Dalam beberapa buku, ia komelekannya dilukis apik. Kulitnya cokelat, rambut ikal dan hitam serta berpayudara mungkil.

Ia penari erotis bernama panggung Mata Hari. Kala jadi penari telanjang di Berlin, ia direkrut agen rahasia Jerman. Erika Ostrovsky menulis, Mata Hari menjalani pelatihan di sekolah mata-mata Jerman di Antwerp, Belgia. Oleh Jerman, dia disebut dengan kode ‘H21’.  Dari ranjang ke ranjang, ia menguak inoformasi rahasia. Ia juga merangkap agen Prancis/agen ganda.   H21 diciduk dengan tudingan menjalankan operasi agen ganda.

Di tahun 2012, sebuah skandal gempar di dunia secret service. Di tengah KTT Di negara-negara Benua Amerika di Cartagena Kolombia, Secret Service yang bertugas melindungi Presiden Barack Obama, terlibat sengketa pembayaran dengan sejumlah lonte.

Parlemen AS hakul yakin, ini bukan sembarang lonte. Di dunia intelejen, lonte acap kali digunakan meng-esktrak informasi. Begitu kata Petter King; seorang anggota kongres.

Tak cuma wanta yang ngelonte, agen pria pun kerap ngelonte. Markus Wolf mengisahkan, selama perang dingin, ia megirim pria ganteng ke Jerman Barat untuk menggoda wanita papan atas, bini para pejabat yang jarang ditiduri lakinya. Ini dalam rangka menggali informasi dari mereka.

Sederet agen-gend seksi mengisi kisah operasi intelejen. Diantaranya, Violette Szabo (agen Inggris), Mata Hari (ratu intel berdarah Indonesia-Jawa), Charlote de Sauve (agen Prancis), Liu Hulan (agen China), Noor Inayat Khan (agen India), Melita Norwood (KGB), Brita Tott (Denmark), Elizabeth Bentley (Amerika) dll).

Wassalam

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *